SlideShow

Warga Banjiri Lokasi Pencurian Jenazah Bayi  

Warga Banjiri Lokasi Pencurian Jenazah Bayi

Pemakaman Islam Dusun Bonosari, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Selasa (15/2) petang masih dibanjiri warga sekitar. Polisi telah memasang garis polisi.

Rusaknya puluhan makam bayi yang menggegerkan warga Dusun Bonosari dan Alas Tipis, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Tim Laboratoriun Forensik Polda Jatim, Sabtu lalu, memastikan makam bayi memang sengaja dirusak dan jasadnya hilang dicuri [baca:

Kejadian tersebut membuat warga penasaran dengan pencurian mayat oleh orang yang identitasnya masih misterius. Mereka juga ingin melihat tanda-tanda makam yang sudah dibongkar. Mereka khawatir jika suatu saat pembongkaran ini makin meluas ke daerah lain.

Keresahan warga bukan tanpa alasan, mengingat hingga kini belum ada penjelasan apa pun dari pohak kepolisian. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,  dilakukan ronda. Kepala desa setempat juga memberikan penjelasan kepada warga agar tidak bertindak di luar jalur hukum. (APY/YUS)

Kedatangan Habib Rizieq Tanpa Pengamanan Ketat



Samarinda (ANTARA) - Kedatangan Ketua Front Pembela Islam Pusat, Habib Rizieq Shihab ke Samarinda, Kalimantan Timur, tidak mendapatkan pengawalan ketat.
Kepala Bagian Operasional (Kaga Ops) Polresta Samarinda, Komisaris (Pol) I Nyoman Mertha Dana, kepada wartawan, Senin menyatakan, polisi tidak memberlakukan pengamanan khusus terkait kedatangan orang nomer satu FPI tersebut.
"Tidak ada peningkatan pengamanan atau pun pemberlakuan pengamanan khusus karena Ketua FPI itu hanya melakukan peresmian Langgar di Samarinda," ungkap I Nyoman Mertha Dana.
Namun, Kabag Ops Polresta Samarinda itu mengakui tetap melakukan pengamanan pada berbagai kegiatan masyarakat termasuk kedatangan Ketua FPI tersebut.
"Kami tetap melakukan pengamanan sesuai standar kegiatan masyarakat pada umumnya sebab dari informasi yang kami terima, kedatangan Habib Rizieq di Samarinda juga terkait undangan keluarga. Jadi, tidak ada aktivitas lainnya dan hanya kegiatan biasa," kata Kabag Ops Polresta Samarinda itu.
Terkait terbitnya SK Wali Kota No. No. 201/160/BKPPM.1/II/2001 tentang Penutupan Aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Wilayah Kota Samarinda, lanjut I Nyoman Mertha Dana, polisi juga tidak memberlakukan peningkatan pengamanan.
"Pengamanan setelah terbitnya SK Wali Kota Samarinda itu juga tetap berjalan seperti biasa sebab kami melihat, kondisi kamtibmas tetap kondusif. Jadi, tidak ada peningkatan pengamanan terkait terbitnya SK itu," ungkapnya.
Namun, secara kontinyu Polresta Samarinda kata dia terus memantau dua wilayah yang merupakan basis kelompok Ahmadiyah.
"Pengamanan melalui patroli rutin di wilayah yang diduga sebagai tempat Ahmadiyah terus kami lakukan. Selain patroli rutin dari Polresta Samarinda, pengamanan juga dilakukan oleh setiap Polsekta," katanya.
"Jadi, ada atau pun tanpa SK Wali Kota Samarinda itu, kami tetap melakukan pantauan pada tempat-tempat rawan kriminal termasuk di lokasi Ahmadiyah," kata Kabag Ops Polresta Samarinda tersebut.
Assalamu'alaikum